Mendapatkan kabar jika medis tidak memperbolehkan Vivi mengandung selama empat tahun adalah hal yang menyedihkan. Vivi hanya bisa menerima nasibnya yang sudah menjadi bubur. Dan setelah tiga hari kemudian, Vivi diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Kali ini, Aqila menyuruh Vivi dan Theo kembali ke rumah utama. Aqila tidak ingin Vivi merasa sendirian di rumahnya. Aqila tidak ikut bersama suaminya untuk kembali ke Surabaya dalam waktu beberapa minggu sampai kondisi Vivi terlihat cukup baik bagi wanita yang sudah berusia lima puluh itu. “Yang, nanti kalau pulang beliin pempek dong,” pinta Vivi. “Oke. Yang kapal selam jumbo? Berapa?” tanya Theo sembari mengenakan dasi. “Hum … jumbo dua, kulit dua, lenjer dua, taekwan satu, terus tahu satu. Eh … kulit empat aja deh,” ujar Vivi. “Lu mau maka

