Vivi sudah keluar dari rumah sakit, dan sekarang ia juga Shane ada di hotel sebelumnya. Tentu saja mereka sedang bersama Theo yang selalu setia menemani. Bahkan pria itu tidak melepaskan pandangan matanya dari Vivi dan Shane. “Yang, gue baru sadar lu ada saham di perusahaan Papa. Sejak kapan?” tanya Theo. “Udah lama, lu aja yang kebanyakan ngelamun.” “Ada main rahasiaan nih sama Papa.” “Bomat! Bodo amat.” “Yang, malem entar makan di resto yang ada di deket Tanah Lot yak?” “Serah, gue capek.” Vivi meraih tubuh Shane dan memeluknya di atas tempat tidur. Shane hanya menurut dengan perlakuan sang ibu, meski merasa risih dengan ciuman-ciuman kecil itu, Shane adalah anak yang tidak akan melepaskan momen bersama sang ibu. “Shane terus yang digituin! Gue kapan?” gerutu Theo. “Entar nunggu

