Tiga hari berlalu setelah kepastian kehamilan Vivi. Theo benar-benar melakukan apa yang sudah dikatakan pada Vivi beberapa waktu lalu. Vivi tidak diizinkan untuk pergi kemanapun tanpa dirinya. Sementara keperluan Shane, semua Theo yang melakukannya. Bahkan, untuk berbelanja kebutuhan Vivi sendiri, Theo yang berangkat ke mini market. Sampai hari ini, Vivi terlihat sangat malas. Untuk turun dari tempat tidur saja ia enggan melakukannya. Dan Theo pun bertanya mengenai keluhan yang sedang dirasakan oleh istrinya itu. “Kenapa?” tanya Theo. “Yang, bosen di rumah. Mau jalan,” ujar Vivi sembari merengek seperti anak kecil. “Mau kemana?” tanya Theo. “Pengen ke Malaysia.” “Buset! Lu kata Malaysia ada di samping rumah! Kagak!” tolak Theo. “Ya udah … deketin deh, Batam aja gimana?” “Enggak.”

