Vivi sedang berada di sebuah restoran. Dia tengah menunggu seseorang di sana. Tidak lama setelah itu, seorang pria datang dan duduk di depan Vivi. Pria dengan jas hitam tersenyum dan mengulurkan tangan pada Vivi. “Maaf saya terlambat, padahal saya yang menyuruh kamu buat datang,” ujar pria itu. “Iya, gapapa kok,Om. Lagian, Viana juga barusan datang,” ujar Vivi. “Oya, ini laporan saham yang sudah saya kerjakan buat detail jumlah kepemilikan punya keluarga Damares.” “Makasih ya, Om. Walaupun Tante Aqila masih tidak setuju dengan keputusan Papa waktu itu, tapi … aku makasih banget karena Om Aaron masih mau bantu,” ujar Vivi. “Tidak masalah, jangan diambil hati. Saya dengar kamu dekat lagi dengan Theo?” “Maaf, Om. Viana nggak bermaksud buat rusak hubungan Theo sama Tyra ta –“ “Udah, san

