Setelah semua rentetan acara berakhir, Theo dan Vivi kembali ke rumah. Mereka hanya berdua saja, karena Shane ikut kembali ke Indonesia bersama Aqila dan Aaron. Theo membantu Vivi untuk melepaskan gaunnya dan membersihkan diri di dalam kamar mandi bersama. “Yang, gue nggak lagi mimpi kan?” tanya Vivi yang sedang menikmati sentuhan dari jemari Theo. “Hmm.” “Ahh … pelan-pelan aja, Yang.” “Ehm.” Suara gemericik air membuat suara desahan Vivi tidak terlalu terdengar dari luar. Theo bahkan tidak membiarkan Vivi berhenti mendesah dan memanggil namanya. “Ahh … Yang,masukin aja kenapa sih! Ahh.” “Baru juga mulai, lu udah minta masuk aja! sabar kenapa!” omel Theo yang tidak tahan dengan permintaan Vivi. Theo sedang berada di bawah tubuh Vivi, bermain dengan pintu kewanitaan istrinya yang b

