Azril POV Hari ini aku kembali ke Malang. Aku sudah memantapkan hati dan niat untuk mengkhitbah Ziya setelah pulang dari tugasku sebagai pengacara. Aku bertekad sesampainya di rumah, aku akan langsung membicarakan niatku kepada ayah dan ibuku. Alhamdulillah jalan yang ku tempuh tak terlalu macet. Jadi aku bisa sampai di rumah dengan cepat. “Assalamu’alaikum.” Ucapku ketika aku sampai di depan rumah. “Wa’alaikum salam, lho sudah pulang kamu le.” Kata ibuku dan kemudian aku mencium tangan dan pipinya. “Inggih ma, ayah ada ma ?” “Ada, ayahmu di belakang biasa ngurusin tanaman.” Katanya. “Mm inggih, kalo gitu Azril nemuin ayah dulu ya.” “Iya, ya sudah mama tak bikin minum dulu kalo gitu.” ‘tumben anak ini, dateng-dateng langsung cari ayahnya?’ (batin Mama Syifa). “Inggih ma.

