• MEMPERINGATI MAULIDUL ROSUL

971 Kata
Waktu demi waktu berlalu. Saat ini Ziya telah masuk semester 3. Kehidupan sebagai mahasiswa sudah Ziya rasakan kini. Bagaimana ketika mendapat tugas dari dosen. Jadwal kelas yang selalu berubah-ubah. Kuis dadakan dan banyak lagi. Dekat-dekat ini kita ummat muslim akan memperingati maulidul rosul. Semua umat muslim di dunia akan merayakan hari kelahiran habiballah ini. tak terkecuali kampusku. Rektor kampus memutuskan untuk mengadakan sebuah acara untuk memperingati Maulidul Rosul ini. Acara ini, acara kampus, jadi semua memperingatinya. Segala persiapan acara telah diserahkan kepada BEM kampus. Ziya anggota BEM fakultas tarbiyah. Otomatis aku terlibat dalam kepanitiaan. Ketua BEM fakultas tarbiyah menjelaskan hasil rapat dengan BEM universitas. Mulai dari segala struktur kepanitiaan sampai acara-acara di dalamnya. “Zi!!” panggil Adi (ketua BEM fakultas tarbiyah). “Iya kak?” jawab Ziya dengan bingung. “Kamu diminta rektor untuk jadi Qoriahnya, kamu mau ?” “Ha?? saya kak Ya Allah beneran ?” kata Ziya terkejut dan tak percaya. “Iya kamu dek, Gimana mau kan ?” tanyanya lagi. “Mmm, I...InsyaAllah kak saya mau.” Jawab Ziya ragu. Ziya tak percaya rektor memintaku jadi Qoriah untuk acara Maulidul Rosul ini. Ziya takut kalau nanti aku mengecewakan. Bagaimana tidak ini acara besar dan aku sebagai qoriahnya. “Semangat Ziya sayang, InsyaAllah aku yakin kamu endak bakal ngecewain kok. Optimis ok !!” kata Fitri sambil merangkulnya. Dia seperti peramal ulung yang tau isi pikiran Zya. “Hem ya...Bismillah. Syukron ukhty Fitriku.” Kata Ziya. Setelahnya Adi kembali menjelaskan hasil rapatnya. Ziya mendapat bagian sebagai panitia Humas. Jadi kebetulan Ziya dan teman-teman anggota yang lain kebagian untuk  menghubungi para undangan, para pengisi acara dan para dosen yang terlibat dalam acara Maulidul Rosul ini. Jadi terkadang ia harus pergi ke suatu tempat guna menyebarkan brosur tetang acara ini. Pembagian tugas dan kepanitiaan telah selesai. Kini saatnya untuk mempersiapkan diri sebagia qoriah yang ditugaskan oleh rektor. ia memilih surat mana yang akan aku baca saat hari H. Setelah menimang-nimang surat mana yang akan dibaca, akhirnya ia memutuskan untuk membaca surat Al Fath ayat 1 sampai 5. Menjelang hari H ia melatih lagu lagu Qori nya. ‘Ini acara besar, Bismillah aku harus PD.’ Batinnya. H - 3. Semua panitai sudah mulai sibuk mempersiapkan acara Maulidul Rosul ini. mulai dari panitia initi sampai panitia keamanan sudah mulai menjalankan tugas-tugasnya. Semuanya sudah mulai bekerja. Hari H. Persiapan di mulai sejak pagi dini hari. Mulai dari panggung dan sound sistemnya. Acara Maulidul Rosul ini akan dimulai pukul 09.00 WIB. Sejak pukul 07.30 panitia sudah mondar-mandir mempersiapkan acara. Dari konsumsi untuk para undangan sampai daftar hadir dan daftar acara. *** Azril POV   Hari ini kampusku akan mengadakan acara Maulidul Rosul. Saat ini aku sudah semester 7. Mahasiswa yang kini disibukkan dengan ujian-ujian kelulusan dan juga skripsi. Entah kenapa rektor memintaku untuk ikut andil dalam acara Maulidul Rosul tahun ini. Memang aku tengah mengerjakan tugas skripsi saat ini. tapi tak apalah aku terima saja permintaan rektor. Rektor bro!! Aku diminta oleh rektor menjadi Qori di acara Maulidul Rosul ini. Entah mengapa memilih aku, mungkin dari banyaknya kejuaraan Qori yang ku juarai. Bukannya sombong atau apa. Alhamdulillah saja yang bisa ku ucapkan hingg saat ini sudah berkali-kali memenangkan baik dari skala kampus, provinsi, dan nasional. Ku setujui permintaan beliau. Ku persiapkan surat yang akan k****a. Surat Muhammad ayat 15 sampai 17 menjadi pilihanku. Hari H Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Para undangan mahasiswa universitas sudah memenuhi tempat acara sejak pukul 08.30 WIB. Para panitia sudah berlalu lalang sejak tadi. “Assalamu’alaikum Wr. Wb.” sambutan pembawa acara guna memulai acara ini. Pembawa acara menjelaskan rentetan acara mulai dari pembukaan sampai penutup. Setelahnya acara berlanjut dengan pembacaan tilawatil Qur’an. Aku tampil kedua. Oh ya.. saat ini aku duduk di bangku undangan. Aku tak ingin menunggu di belakang panggung. Lagi pula teman-temanku tak akan membiyarkanku bersiap-siap.  ‘Ish dasar.’ Agak alay sih memang teman-temanku sampai endak mau pisah denganku. Sebelumnya aku diberitahukan panitia melalui pesan singkat kalau aku tampil kedua. “Assalamu’alaikum wr. Wb.” suara salam menyeru  dari panggung. “Wa’alaikumussalam wr. Wb.” sontak semua menjawab dan kemudian hening. Semua orang hendak mendengarkan seseorang yang akan bertilawah. “A’udzubillahiminasysyaitonnirrajiim.” “Bismillahirrahmanirrahiim......” surat Al Fath ayat 1 sampai 5 mengalun lembut dengan lagu bayatinya dari nada dasar (Qoror) hingga nada tinggi (Jawabul Jawab).  “Suaranya subhanallah, .indah sekali Ya Rabb, Hus Azril fokus zril, astaughfirullah.” Para undangan menikmati suara sang Pelantun Tilawah. Ku lihat ke arah panggung memastikan siapa yang bertilawah. Subhanallah ternyata Ziya yang melantunkan tilawah itu. Bukan hanya indah wajahnya namun juga indah suaranya saat melantunkan ayat kalam Allah. Saat mendengar lantunan tilawahnya jantungku serasa berdetak lebih cepat. Aku ingin mendengarnya melantunkan lagu-lagu tilawahnya setiap hari. “Ish ngomong apa aku ini.” kembali kunikmati tilawahnya. Tak lama, Ziya menutup tilawahnya dan kemudian mengucap salam. Setelah Ziya menuruni panggung, pembawa acara memanggil namaku dan memepersilakan aku tuk bertilawah. Aku beranjak dari tempat dudukku di deretan para undangan menuju panggung tuk mulai bertilawah. k*****a surat Muhammad ayat 15 sampai 17 dengan lagu jeni Sika. Tiga ayat cukup membuat paa undangan menikmati tilawahku. ‘Alhamdulillah.’ Ku tutup bacaan tilawahku dengan shadakallahua’adzim dan kemudian salam. Kuedarkan pandanganku setelahnya. Ku lihat Ziya tengah mengusap  matanya menghapus bekas air mata yang mengalir membentuk aliran sungai kecil di pipinya. ‘Apa dia menangis?’ tanyaku dalam hati. Dia melihat ke arahku. Ku sunggingkan senyum padanya. Dia pun membalas senyumku kemudian menunduk. Setelah itu aku kembali ke tempat dudukku semula di deretan para hadirin. “Cie ilah...sohibku emang the best dah...” kata teman-temanku. Kemudian aku dan teman-temanku kembali fokus menikmati acara Maulidul Rosul ini. kami menyimak setiap jalannya acara. Menyimak apa yang di sampaikan para pemberi sambutan dan maulidul hasanah. Menikmati jalannya acara dengan tertib dan tenang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN