Bab 16 . Aluna berdiri di depan pintu begitu ia masuk ke dalam rumah. Ia tercekat saat melihat ibu mertuanya duduk bersantai di depan televisi, sambil mengupas beberapa buah di atas meja. Diana tersenyum saat melihat menantunya baru pulang dari kampus. Ia meletakkan pisau buah saat Aluna mendekat dan menciumi pipinya. “Mama kapan datang?” tanya Aluna tak menyangka jika mertuanya akan bermain ke rumah, karena biasanya ia akan bilang saat akan berkunjung. Selama Aluna menikah dengan Abian, ibunya hanya beberapa kali berkunjung. “Tadi siang. Mama juga bawain makanan buat kalian,” Diana berkata menatap menantunya yang cantik. Meskipun Aluna tak mendapat cinta Abian, selalu diperlakukan dingin oleh lelaki itu. Namun, Aluna sangat menyayangi ibu Abian. Diana memiliki sifat yang lembut dan

