PDA 29 . Pernikahan Aluna dan Abian tetap berjalan dengan rasa hambar dan kesakitan di hati masing-masing. Aluna tak menahan Abian jika ia pulang ke rumahnya, tapi juga tak menerima. Sejak malam itu, Abian tak pernah lagi berani menyentuh Aluna. Lelaki itu hanya terbaring di sampingnya saat malam-malam ia berjatah pulang ke rumah Aluna. Hanya terbaring seperti manekin yang hening. Tanpa bicara, tanpa senyuman apalagi sapa. Bahkan seringkali Aluna keluar dari kamar, dan tidur di kamar lainnya. Seperti dulu Abian mengendap-endap mencuri waktu untuk datang ke kamar Haura. Kini Aluna yang terang-terangan pergi darinya. Aluna tetap bekerja seperti biasa, Abian juga seperti itu. Kantor keduanya berbeda, perusahaan mereka hanya melakukan kerja sama yang melibatkan Aluna dan Abian. Mereka han

