Syamsul menutup pintu kamar Ainun pelan. Seakan-akan suara pintu akan mengusik adik kesayangannya yang sudah terlelap. Lalu ia mencari istrinya yang tidak terlihat ada di ruang tengah. Melangkahkan kaki ke dapur, ternyata hanya Hanum yang ada di sana sedang membuat bubur untuk Ainun. Syamsul menarik kursi di ruang makan. Dia duduk sambil memerhatikan kegiatan Hanum yang mengaduk bubur. "Mak, Zahra mana?" "Di kamar, mungkin lagi shalat," jawab Hanum masih mengaduk bubur tanpa berpaling dari titik fokusnya. "Abang ke kamar dulu." Syamsul lantas kembali ke depan. Tujuannya adalah ke kamarnya sendiri. Syamsul mengulum senyum tipis tatkala manik matanya bertemu pandang dengan objek di depannya sedang bersujud pada Yang Esa. Ia lirik sekilas ajm di pergelangan tangannya. Masih ada wakt

