“Dia hanya kelelahan dan kekurangan nutrisi, Tuan. Saya akan berikan resep obatnya. Setelah Nona Kaniya bangun nanti, tolong pastikan dia mendapat asupan nutrisinya,” jelas Dokter yang telah diutus Daniel memeriksa keadaan Kaniya itu. Daniel yang sedari tadi berdiri diam di sisi ruang memerhatikan jalannya pemeriksaan, hanya mengangguk kecil sebagai balasan penjelasan Dokter tersebut. Bagai sudah terbiasa dengan kepribadian Daniel, Dokter itu hanya melakukan sisa aktifitasnya dengan tenang tanpa kata lagi, sebelum pamit undur diri. Kini menyisakan Daniel bersama dengan Kaniya dalam kamar tersebut. Kaniya masih terbaring tidak sadarkan diri di atas ranjang miliknya dengan selimut tipis yang membungkus tubuh kecilnya hingga ke leher. Setelah menemukan Kaniya yang tergeletak di jalan, Danie

