Hari yang akan menjadi hari berat untuk Kaniya akhirnya datang. Pagi sekali Kaniya sudah siap dengan dengan segala hal. Walau tubuhnya masih terasa sedikit berat, akan tetapi Kaniya merasa dia telah siap menjalani hari berat ini. Dengan pikiran yang berusaha untuk tetap positif Kaniya akhirnya melangkah keluar dari rumah menuju perusahaan Daniel. “Haloo!” Dan suara yang terdengar riang itu menyambut awal hari Kaniya akan pergi untuk bekerja. Kaniya langsung terpaku di tempat meliat kehadiran pria yang sudah familiar yang kini berdiri di depan pintu rumahnya tersebut. “Tu—tuan Barons?!” Kaniya merasa kehilangan pikiran untuk beberapa saat karena tidak menyangka akan kehadiran pria itu sepagi ini di depan rumahnya. Dengan wajah tegang penuh tanda tanya Kaniya menatap pria itu. Barons melem

