Chapter 43

1022 Kata

"berarti ... kemungkinan mata yang ada di Bianca adalah milik Alika, karna kematian Alika bersamaan dengan Bianca yang akan melakukan operasi." Pikir Bianca. Bianca merasa sedih dan merasa bersalah. Entah untuk siapa dia merasakan itu, namun yang pasti saat ini dia merasakannya. "Nenek mencoba adil pada kalian berdua karna sama-sama berada di rumah sakit, tapi, Erza pulang lebih dulu sebelum dia benar-benar pulih, dan Nenek merasa bersalah padanya," ujar Nenek Mia. Wanita lansia itu menatap Bianca sembari mengelus punggung tangan gadis itu. Seakan-akan beliau mengungkapkan apa yang dia rasakan. "Maafkan Bianca, Nek." Ucap Bianca. "Untuk apa kamu meminta maaf? Kamu tidak salah sayang," ujar Nenek Mia. "Tapi ... Bianca merasa perlu meminta maaf. Karna Bianca sudah merepotkan Nene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN