Bianca ingin sekali menolak atau membantah Erza, namun dia tidak ingin mencari masalah dengan laki-laki yang tengah berdiri di depannya itu. "Terserah Erza. Bianca akan melakukan apapun yang Erza katakan atau perintahkan." Ujar Bianca. "Baguslah." Ujar Erza. Setelah itu Erza beranjak keluar dan meninggalkan Bianca, sendirian. Gadis itu langsung duduk di sofa dan wajahnya berubah sedih. "Apa salah Bianca? Kenapa Erza memperlakukan Bianca seperti ini?" Gumam Bianca sedih. Dia sama sekali tidak mengerti mengapa sikap Erza sampai segitunya padanya. Bahkan dia terus memikirkan masalah apa yang telah dia perbuat hingga Erza tidak menyukainya. Malam semakin larut, Bianca yang sudah lelah pun tertidur dengan pulas. Sedangkan Erza masih di ruang kerjanya dan memandangi sebuah figura.

