"Kopinya, Kha.” “Hem.” “Mau cemilan?” Menggeleng tanpa melihat Amara yang sedang menawarinya. Entah apa yang salah, semenjak masuk ke dalam rumah orang tuanya Arkha bersikap dingin dan diam. Menjadi orang yang paling sibuk sendiri dengan ponselnya, sampai membuat Amara mengepal geram kemudian menghentakkan satu kakinya ke atas lantai. Ingin memberi Arkha teguran tapi ia takut jika terjadi keributan di sini. “Kalau sakit banget mending di bawa ke rumah sakit aja, Om. Di sana pasti dapat pelayanan bagus.” “Saya mau di rumah aja ditemani sama tantemu, Fel. Nggak lama juga akan sembuh, nggak perlu ke rumah sakit-sakitan segala macam.” “Tapi sampai sekarang buktinya udah seminggu belum ada perubahan, kan? Sekarang Om malah tambah lemas begini.” Ayah Amara dan Kefeel bicara cukup a

