Bertemu

1278 Kata

"Joevanca sayang, ayo bangun!" Jae berbisik sambil mengusap rambut Putranya dengan lembut hingga pungung kecil itu. Karena tak kunjung ada pergerakan, Jae menggunakan cara lain untuk membangunkan Joe seperti biasanya. "Hmm... Mommy," erang Joe yang mulai terbangun menggeliat merasakan wajahnya diserang ciuman bertubi-tubi. "Apa kau tidak ingin masuk sekolah barumu lebih awal?" Bisik Jae lagi membuat mata kecil Joe terbuka dengan sempurna. Joe bahwa hari ini adalah hari pertamanya memasuki sekolah baru. Melihat itu, Jae tersenyum gemas. Ia mendekatkan wajahnya untuk mengigit pipi Joe menggunakan bibirnya. "Mommy sakit!" Rajuk manja Putranya. Jae tertawa lalu dengan kilat mencium bibir Joe. "Ayo bangun pemalas! Mommy yang akan mengantarmu pagi ini." Jae menarik kedua tangan Putranya mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN