Sebenarnya bukan hanya mereka saja, pasangan yang memutuskan untuk kencan di simpang lima Gumul. Ada banyak sekali. Tidak hanya suami istri. Bahkan yang belum ada status apa pun, nampak nyaman - nyaman saja menghabiskan waktu bersama. Ruma sangat heran sebenarnya, kenapa ini semua begitu mudah bagi mereka. Namun sangat sulit bagi Ruma? Asa tahu, Ruma masih belum merasa nyaman sampai saat ini. Makanya ia urung menanyakan apa yang ada dalam benaknya. Tentang sebab kenapa Ruma bersedia menjadi istrinya. Ia genggam jemari sang istri semakin erat. "Habis ini kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Asa. "Terserah kamu aja, Sa." "Gimana kalau kita makan di tempat kesukaan kamu?" Sebuah penawaran menggiurkan bagi orang lain. Tapi tida bagi Ruma. Ruma justru sema

