Dalam keheningan ruang kantor yang diterangi oleh cahaya terang matahari yang masuk melalui jendela besar, suasana berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih intens. Bayu dan Erika berada dalam momen yang terasa begitu intim, meskipun siang hari yang cerah di luar seakan menjadi saksi bisu dari apa yang sedang terjadi. Napas Bayu yang awalnya teratur kini terdengar lebih berat, seperti seseorang yang tengah berjuang keras untuk mengendalikan diri di tengah badai yang mendadak datang dan mengguncang kestabilan hatinya. Setiap helaan napasnya menciptakan irama yang tak teratur, seolah berperang antara dorongan hati yang tak bisa dibendung dan akal sehat yang berusaha keras untuk bertahan. Ia duduk tegap, tetapi bahunya yang sedikit tegang mengisyaratkan kegelisahan yang menggulung dalam diri

