Hanya Gairah

2184 Kata

Senja menarik napas dalam, merasakan udara malam yang lebih sejuk dibanding siang tadi. Udara itu menyentuh kulitnya yang masih sedikit lembap, meresap hingga ke tulangnya yang sudah terlalu lelah. Bajunya memang sudah tidak basah kuyup seperti sebelumnya, tapi tetap saja… rasa lembap itu masih menempel, memberikan sensasi tak nyaman yang terus mengingatkannya pada kejadian hari ini. Ia berjalan perlahan melewati lobi kantor, kepalanya sedikit tertunduk, tubuhnya terasa lebih berat dari biasanya. Suasana di sekitar sudah jauh lebih sepi dibandingkan jam-jam sibuk tadi. Hanya ada beberapa pegawai yang masih berkeliaran, mungkin mereka yang baru saja selesai lembur atau sekadar beristirahat sebelum pulang. Tapi Senja tidak peduli. Ia hanya ingin keluar dari sini secepat mungki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN