Hari lebaran akhirnya tiba. Rumah besar keluarga Athaya di Kuala Lumpur sudah dipenuhi oleh suara-suara riang sejak pagi. Anak-anak kecil berlarian di halaman, tertawa gembira sambil mengenakan baju baru mereka. Para orang dewasa sibuk dengan berbagai persiapan, menyusun hidangan di meja makan, menyambut sanak saudara yang datang berkunjung, serta bersiap untuk salat Idulfitri bersama. Namun, di antara semua keriuhan itu, ada dua orang yang masih tenggelam dalam keterdiaman. Adeeva dan Athaya. Sejak insiden telepon dengan Rakhan malam itu, suasana di antara mereka belum juga mencair. Adeeva sudah mencoba berkali-kali untuk meminta maaf. Entah itu secara langsung, dengan menurunkan ego dan mengakui kesalahannya, atau dengan cara-cara lain seperti meninggalkan makanan kecil untuk Athaya

