Belum Siap Mengakui

1932 Kata

Mobil melaju di jalanan yang mulai gelap. Lampu-lampu kota berpendar di sepanjang trotoar, menciptakan bayangan panjang di aspal yang basah oleh gerimis yang baru saja reda. Di dalam mobil, Adel duduk di kursi penumpang depan, sementara Aldo mengemudi dengan tatapan serius. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan menuju jawaban, perjalanan menuju kepastian yang selama ini tidak kunjung mereka dapatkan. Adeeva dan Athaya. Dua nama yang kini memenuhi kepala mereka, dua nama yang terikat dalam sebuah hubungan yang seharusnya tidak ada. Aldo menarik napas dalam, matanya tetap fokus ke jalan. “Kenapa Adeev gak akhiri aja?” tanyanya, memecah keheningan. Adel menoleh ke arah Aldo, menatapnya dengan ekspresi lelah. Ia sendiri sudah terlalu sering menanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN