Terbawa Mimpi

2055 Kata

Pagi itu, suasana sekolah terasa berbeda. Langit yang biasanya cerah dan ceria di musim panas mendadak muram, tertutup awan kelabu yang berat menggantung. Rintik-rintik gerimis turun perlahan, menciptakan aroma khas tanah basah yang menyusup ke udara. Meski hujan hanya berupa tetes-tetes kecil, tapi cukup membuat daun-daun pepohonan di halaman sekolah tampak segar, seperti baru saja dicuci bersih. Di beberapa sudut, genangan air mulai terbentuk, memantulkan bayangan siswa-siswi yang lalu lalang dengan langkah tergesa, berlindung di bawah payung atau jaket seadanya. Di aula utama, tempat siswa biasanya berkumpul sebelum masuk kelas, suasana jauh dari tenang. Gemuruh percakapan memenuhi ruangan, seperti nyamuk yang berdengung tanpa henti. Bisik-bisik itu saling bertabrakan, menciptakan ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN