Panggilan Masa Lalu

2222 Kata

Senja duduk diam, memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Bayu dengan seksama. Meskipun ia berusaha untuk tetap tenang, tidak dapat dipungkiri bahwa perasaan di dalam dadanya masih bergejolak. Bagaimana tidak? Sosok yang pernah menjadi bagian besar dalam hidupnya kini berdiri di depannya, bukan sebagai seseorang dari masa lalu, tetapi sebagai klien yang harus ia layani secara profesional. Di sebelahnya, Pak Herdy mengangguk-angguk, menunjukkan bahwa ia menyimak dengan baik penjelasan dari Bayu. “Jadi, ruang mana saja yang ingin diperbaharui?” tanyanya dengan suara tegas dan profesional. Bayu, yang duduk di ujung meja dengan sikap santai namun berwibawa, menyandarkan punggungnya pada kursi sebelum mulai berbicara. “Ada beberapa ruangan yang ingin kami perbaharui, Pak Herdy. Perta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN