Dibatalkan

2049 Kata

Wajah ibu Bayu berubah. Dari keterkejutan, menjadi kesedihan, lalu perlahan berganti menjadi kekecewaan yang mendalam. Ia memandang putranya dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara marah, sakit hati, dan kehancuran. Seluruh keyakinannya tentang anaknya runtuh dalam hitungan detik. “Bayu…” suaranya bergetar, hampir tak mampu keluar dari bibirnya yang gemetar. “Apa yang Mama lihat sekarang… ini sungguhan?” Bayu ingin mengatakan sesuatu. Ingin membela diri. Ingin mencari alasan. Namun, bagaimana mungkin? Tidak ada pembelaan yang cukup kuat untuk menjelaskan apa yang terjadi. Tidak ada alasan yang bisa menutupi fakta bahwa ia telah menghancurkan kepercayaan ibunya. Erika mencoba berbicara, tetapi lidahnya terasa kelu. Situasi ini jauh lebih buruk dari yang pernah ia bayangkan. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN