Halte depan kantor pelayanan telekomunikasi pemerintah menjadi tempat favorit bagi adi sebelum masuk ke ruangan kampus.
Irsan bertanya kepada adi, kenapa kamu Di? Adi menjawab tidak San : akun media sosial ku telah di retas oleh orang yang tak bertanggungjawab, yang bersangkutan itu mengirimkan pesan amoral kepada teman si ijal, lalu semalam aku di telepon oleh ijal dan dia marah kepada ku, aku sudah menjelaskan kepadanya tentang semua ini, namun ijal tak mau mendengarkan apa yang aku sampaikan kepadanya. Aku menjadi bingung san, padahal itu bukan aku yang mengirimkannya itu kerjaan iseng orang lain dan telah berimbas kepada pertemanan kita saat ini, saya berpikir sungguh sangat kejam orang yang telah berperilaku demikian kepada aku, apa salahku san?...
Sabar Di ! Aku akan membantu menjelaskan itu semua pada ijal nanti kamu jangan bingung, dengan baik aku akan menjadi penengah atas kejadian ini, intinya kamu harus bersabar Adi ! Iya jawab Adi, aku senang kamu mau membantu aku, aku tak mungkin membuat yang seperti itu sama ijal kita ini sudah berteman lama, memang aku bukan orang kaya seperti orang lain tapi aku tahu hal itu tidak boleh dilakukan apalagi untuk seorang sahabat dari teman, sungguh itu perbuatan yang sangat keterlaluan kalau itu memang terjadi, Irsan! Iya Adi intinya kamu harus tenang sekarang semua itu akan selesai segera.