Sampai di rumah keluarga Xin, Ama dan Xin keluar dengan menggandeng tangan Ama. Namun, Ama terlihat enggan dan berusaha melepaskan genggaman Xin. Hal tak terduga terjadi tiba-tiba Xin melihat ke arah kaki Ama dan terlihat di sana sepertinya kakinya terluka. Lalu ia memperhatikan wajah Ama yang sepertinya tidak bersahabat, jadi mulai meletakkan tangannya di atas pundak Ama. "Maaf ya kaki kamu masih sakit ya? Kalau sakit aku gendong tapi kalau kamu enggak mau ya aku papah. Apa perlu aku pijit dulu?" Ama menggeleng, "Udah gak papa, ayo kita masuk." "Oke deh," ujar Xin. Namun, belum habis dua langkah, kaki Ama terasa sangat sakit sehingga ia langsung berhenti. Melihat itu Xin tak akan biang waktu, ia langsung mengangkat Ama ala bridal style. "Xin, turunin ... aku malu ...." Para pelayan

