Menata Hati

1150 Kata

"Untuk menata hati ...." ujar Ama membuat Xin sadar kalau tindakannya terlalu buru-buru. Xin melepas pelukan mereka, menatap wajah istrinya lamat-lamat. Ia melihat mata itu berkaca-kaca, menariknya pada ingatan bahwa harusnya ia juga mengingat betapa gadis dalam pelukannya itu telah banyak menerima luka darinya. Xin baru ingat, Ama memang memakai mahkota Ratu dalam kerajaannya. Tetapi beban itu tak seimbang dengan apa yang ia terima, gadis itu hanya dilimpahi beban tanpa diberi penguat, penguat berupa cinta. Kesalahan Xin sangat banyak pada gadis itu, wajar jika gadis itu butuh waktu untuk meyakinkan diri dan menata hati. Tentu saja menerima cinta dalam kondisi mereka tak seindah romansa dalam novel dan drama. Situasi mereka sudah rumit pada awalnya, luka Ama saja belum kering. Sulit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN