Mimpi yang Menyayat Hati

1036 Kata

Di rumah, Xin menghampiri Ama yang sedang bekerja di kamarnya. "Syla!" "Ya?!" Ama langsung keluar ketika ketukan pintu dan panggilan dari Xin terdengar. "Kenapa?" tanya Ama setelah pintu terbuka. "Tadi kenapa gak bales WA aku?" tanya Xin mengerutkan dahi. "Oh itu, tadi aku lagi sama Mus, udah aku buka tapi lupa balesnya. Maaf ya," ujar Ama menyesal. Xin paham, "Oke, kukira kenapa, soalnya di kelas wajahnya kusut banget, kenapa sih?" Ama tak bisa berkata kalau ia galau memikirikan cara untuk menghadapi Fabi jika pacar Xin itu membullynya lagi. "Masalah kerjaan, buat bad mood pokoknya." "Oh gitu, mau jalan-jalan?" Ama mengeryit bingung, tak biasanya Xin sebaik ini padanya. "Ah enggak, nanti pacarmu cemburu,l tolak Ama cemberut. "Gaklah, ayok jalan-jalan sambil mengabadikan momen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN