Ama bingung sendiri karena di sore hari ia melihat ada sekardus besar bertengger di depan kamarnya. "Bu, Ibu!" panggil Ama berjalan ke dapur. Bi Darti menoleh, "Dhalem, Nduk?" "Itu kardus kenapa di depan kamarku, Bu?" tanya Ama. "Oh itu, baju renang buat kamu." "Baju renang, buat aku?" "Iya, Aden yang beliin karena tadi pagi kamu bilang gak mau belajar renang karena gak ada baju renang, kan?" Ama menepuk jidatnya sendiri, bagaimana mungkin ucapannya ditanggapi serius? Padahal yang ia tau, ia hanya ingin menolak ajakan Xin, bukan karena tidak adanya pakaian renang. "Tapi itu cuma alesanku aja, aku gak bener-bener nolak dia karena gak ada pakaian renang, tapi emang aku gak mau diajarin dia." Bi Darti mengangguk-angguk paham, "Tapi Aden Xin kelihatan banget berusaha minta maaf ke ka

