Pagi sebelum Debbina berangkat ke kantor. Dia sibuk sekali berpikir bagaimana cara untuk menghindari sang atasan nanti. Hari ini Axel pulang, setelah beberapa hari di Singapura. Jadi dia bingung sendiri sekarang. Harus bagaimana. Selesai mandi, Debbina mondar-mandir bao setrikaan baju sembari menggigiti satu kuku telunjuknya. Sudah seperti kebiasaan, padahal keadaan dia saat ini masih memakai handuk kimono berwarna merah muda kesayangannya. Biarlah! Toh, ini kamarnya tidak ada orang lain lagi, kok. Debbina berhenti seketika, lalu menatap lemari. Aha! Daripada menghindari sang atasan, lebih baik menyamar saja. Yang penting datang ke kantor, karena sang atasan telah mengancamnya harus berangkat. Tidak boleh mengambil cuti. Gadis itu berjalan menuju lemari, kemudian setelah sampai di situ

