CD 18

1898 Kata

Debbina masuk lagi ke ruangan Axel setelah melihat nominal yang tertera pada kertas cek, gajinya hari ini. Seriously, segitu? Ini tidak sepadan dengan keringatnya selama sebulan diperas oleh pria itu, astaga.... "Pak!" panggil Debbina dengan nada kesal. Axel sedang bermain game online, menghentikan permainannya, dan seketika mengernyit heran melihat gadis itu sudah seperti rentenir yang ingin menagih hutang. "Kamu kenapa?" tanya Axel, sembari meletakkan ponselnya di meja. Debbina berjalan dengan langkah dihentak-hentakkan. Mungkin kalau dalam animasi, bekas pijakan kaki dari Debbina mengeluarkan api sangking kesal dan marahnya. Debbina meletakkan secara kasar secarik cek, di atas meja sang atasan, dengan wajah memerah karena marah. "Saya tidak ikhlas, tidak rela, Pak, bekerja sampai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN