CD 53 B

1766 Kata

Mengabaikan sang papa yang berdiri di depan mereka, Aiza menggeret Debbina masuk ke dalam. Dia tidak peduli. Bukannya tidak menghormati pria yang menjadi orang tuanya, tapi dia merasa kecewa luar biasa. Ya, seandainya sang papa tidak mengusir Axel keluar rumah malam itu juga, mungkin sampai saat ini adik bungsunya baik-baik saja. Tidak seperti sekarang yang sedang terbaring lemah di atas ranjang dan dibantu beberapa alat medis. Axel pun belum sadar kan diri. Masih memejamkan mata, tapi bukan tertidur. Melihat kekecewaan yang terpancar dari mata putri semata wayangnya, Pak Alfred merasa mati kutu. Ya, baru kali ini beliau ditatap kurang menyenangkan oleh Aiza, sampai Axton. Seperti dianggap mahluk tak ada. Belum lagi sang istri yang memilih bungkam tidak mau didekati, dan terus menangis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN