CD 47

1237 Kata

Ragi mengajak Axel ke salah satu ruangan VIP, meskipun berencana sebentar saja bicara dengannya. Tak apa. Lagi pula takut ada orang yang mendengar pembicaraan mereka. Pastinya menghindari seseorang yang tahu mereka bicara. Begitu. “Silahkan duduk, Pak Axel,” kata Ragi, masih dengan wajah datar. Padahal wajahnya tampan tidak kalah dengan Axel. Tapi pria itu memang tidak mudah tersenyum. Apalagi kalau tidak saling mengenal. Axel duduk tepat di depan Ragi. “Mau bicara apa, Pak Ragi? Saya minta jangan lama-lama, takut Debbina menunggu.” Saat ini Ragi terdiam hanya menatap Axel. Sebegitu penting kah Debbina bagi pria separuh bule itu? Em ... sebenarnya dia bisa saja mengajak Debbina bergabung dalam pembicaraan mereka. Tapi takut membuat gadis itu tidak nyaman. Lagi pula, bukan urusannya. Ax

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN