59. Di Kamar yang Sama

1912 Kata

Puk! Sesuatu yang mengenai punggungnya membuat Calixto menoleh ke belakang. “Terima ini!” Kayra melempar sisa bola salju yang malah mengenai wajah Calixto. Kayra kaget dan tampak panik. Saat dia ingin menghampiri Calixto, desisan Calixto dan ancang-ancang itu membuat Kayra memilih untuk mundur perlahan dan akhirnya berlari meninggalkan Calixto. Calixto yang melihat Kayra kabur pun berlari mengejarnya. Dia mengejar Kayra bukan karena ingin membalas dendam, itu murni karena melihat Kayra berlari saja. Brugh! Kayra terjatuh hingga membenamkan wajahnya di atas tumpukan salju karena kesalahannya sendiri. Calixto semakin mempercepat larinya hingga dia akhirnya berhasil mencapai Kayra yang sudah duduk. “Apa sakit?” Calixto membantu mengusap wajah Kayra yang penuh salju. Wajah itu merengut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN