Sama seperti malam sebelumnya, tepat pukul 7 malam Chris meneleponnya. Kayra mencari tempat yang lebih tertutup daripada yang semalam karena berada di luar membuat Kayra sangat kedinginan. Tentunya tempat tertutup itu tidak di asramanya, melainkan masih di area kampus. Kayra tidak ingin pekerjaannya ini diketahui oleh teman-temannya, apalagi Amanda dan Daniel. “Selamat malam,” sapa Kayra. Dia mencoba untuk menganggap Chris seperti temannya, bukan seorang dosen yang usianya jauh di atasnya. Mengingat profesi Chris yang seorang dosen akan membuatnya terus-terusan merasa canggung. “Ya, selamat malam.” “Apa kamu ingat sekarang kita akan melakukan apa?” Kayra ingin mengetes seberapa ingat Chris tentang apa yang akan mereka lakukan malam ini. “Menonton film.” Suara Chris yang terdengar tida

