“Me-menyuapi?” Kayra rasa pendengarannya sekarang tengah bermasalah. Calixto duduk di samping Kayra dan memposisikan dirinya menghadap Kayra. “Ya?” tanyanya. Kayra balas menatap Calixto. Tiba-tiba saja rasa takutnya menghilang untuk menatap Calxto, padahal tadi dia sangat takut sekali karena adegan tadi pagi masih terus terbayang di kepalanya. “Dengan sendok yang sama?” cicit Kayra. “Ya.” “Aku dan kamu bergantian?” Calixto mendekatkan wajahnya ke wajah Kayra. “Apa ada yang salah?” Merasa seperti seekor kelinci yang akan dimangsa singa, Kayra memundurkan tubuhnya. “A-anu….” “Sekarang kamu malah menjauh.” Calixto ikut memajukan tempat duduknya. “A-apa ka-kamu tidak ji-jijik?” Kayra buru-buru menutup wajahnya setelah mengatakan itu. Dia benar-benar takut saat ini! Mata Calixto mem

