"Aku tidak akan pernah bisa menahan nafsuku terhadapmu." -Atta Mahesa- __________ Brak... Bantingan keras pintu serta raut wajah Atta yang merah padam membuat Vei semakin ketakutan. Vei tahu, jika sikap Atta selama ini sudah berubah. Dari yang dulunya sangat kasar menjadi sedikit melembut. Seharusnya, Vei bersyukur, tapi ia malah bertingkah dan membuat Atta marah. "Kak Atta..." panggil Vei lirih, yang dipanggil hanya berdiri membelakanginya dengan kedua tangannya meremas rambut hitam miliknya. "Gue... i-itu... ma-maksudnya..." Vei bingung harus mengatakan apa. "G-gue..." Atta tidak mengeluarkan sepatah kata pun selama dalam perjalanan menuju indekosnya. Setidaknya Vei harus minta maaf agar hati Atta luluh. "Gue minta maaf." Merasa di diamkan begitu saja oleh Atta, membuat hatinya

