"Ada beberapa titik-titik harapan yang mulai aku gantungkan padamu. Titik-titik harapan itu mulai membentang dari ujung satu sampai ujung lainnya, memberi sebuah pengharapan yang amat besar." -Atta Mahesa- __________ Bau alkohol menguar memenuhi indekos yang sempit itu. Vei lupa, jika Atta tidak akan bisa jauh dari minuman yang memabukan itu. Vei pikir, Atta sudah berubah. Ternyata, kebiasaan Atta yang sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk itu kembali terulang lagi sekarang. Vei mengucapkan terima kasih pada Ribut dan Dani yang telah mengantarkan Atta pulang dengan keadaan selamat. "Makasih, ya, Kak." Setelah itu, Ribut dan Dani pun berpamitan pulang setelah menidurkan Atta. "Kak Atta, kenapa mabuk-mabukan lagi, sih?!" Atta hanya cengengesan. "Karena aku sayang kamu." "Kata

