"Aku pernah terluka. Dan aku pun menemukan pelipur laraku, yaitu yang melukaiku. Kamu." -Raveira Livira Shabira- "Argh!" teriak Vei. Kelopak matanya langsung terbuka lebar. Keringat dingin mengucur di dahinya. Deru napas Vei tidak beraturan. "Kamu kenapa?" "A-aku..." Vei menoleh pada seseorang yang ada di sampingnya. "Aku mimpi buruk." "Sini," Atta membaringkan tubuh mungil Vei pada lengannya. Vei menurut, ia tidur di lengan Atta. "Kamu mimpi setan lagi?" Vei mengangguk. "Apa gara-gara aku kemarin... nonton..." "Nonton apa?" "Film setan," ucap Vei lirih. "Nggak sengaja juga, sih." Atta mengusap rambut Vei dan mendengarkan perempuannya itu bercerita. "Aku kemaren itu lagi nyari film yang romantis. Eh, nggak sengaja malah streaming film setan. Dan adegan awalnya itu... setannya lan

