48 - Bertemu Shabila

1829 Kata

"Bukankah seharusnya kamu telah tiada? Apakah sekarang kamu memiliki kekuatan super hingga bisa hidup kembali?" Senja menghentikan langkahnya, menatap kantor polisi yang ada didepannya. Ucapan Shabila saat menyambutnya dulu kembali tergiang dalam ingatannya, apakah bertemu nanti akan di sambut dengan perkataan seperti itu? Bukan dengan pelukan hangat ataukah tangisan kerinduan karena baru saja bertemu? "Ada apa?" "Tidak papa Kak Endra, Senja hanya sedikit deg-degan karena mau bertemu dengan Shabila lagi. Apakah mereka semua belum sampai kemari?" mengalihkan pembicaraan adalah jalan keluarnya, "Apa sebaiknya kita menundanya saja? Mungkin lain waktu saja mereka bertemu dengan Shabila, meli-" "Tidak kak Endra, Senja tidak papa." potong Senja cepat, Rendra memilih mengikut saja menggen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN