Nurin pun sekali lagi bergeming, menatap Dr. Ishak meminta sebuah jawaban. Sejak kapan sebuah kitab merupakan sebuah kitab? "Ya, lalu jika yang disebut sebagai Sefer Raziel itu bukanlah sebuah kitab, lantas apa?" tanya Nurin. "Apakah dalam bentuk manuskrip...? Atau Perkamen?" Dr. Ishak kembali dengan santai menyeruput teh susunya, lalu memegang erat ujung atas tongkatnya dengan meletakan satu telapak tangan dan telapak tangan lainnya diatasnya. "Apa kau pernah mendengar ungkapan—kitab teragung adalah manusia, Profesor?" Nurin terdiam sesaat lalu mengangguk, "aku pernah mendengar istilah itu. Haci Bektash Veli ... salah seorang filsuf dan sufistik perennial asal Turki. Beliau pernah berujar demikian." "Jadi pasti kau paham apa artinya kan?" tanya Dr. Ishak. "Manusia sebagai sumber asal

