Malam hari yang dingin itu, Gama berdiri di depan mantan kosannya dan melihat ke arah jendela kamarnya. Lampunya masih menyala, Gama ingat Alfa memang tak pernah berani tidur dengan lampu di matikan. Jadi Gama tidak bisa menebak apa Alfa sudah tidur atau belum. Gama menarik napas kemudian berjalan pergi. Dia masih Harus melakukan beberapa pekerjaan sambilan sampai pukul enam pagi besok, lalu bekerja lagi pukul sepuluh. Begitulah yang dilakukan Gama setiap hari agar dia bisa mengirim uang ke Blitar. Dia hanya punya waktu tidur empat jam sehari. Gama berpapasan seorang pemulung sepertinya baru mendapat banyak rejeki. Pemulung itu membawa banyak sekali barang salah satunya sebuah kardus bekas. Gama mengamati kardus itu dan terkejut saat menyadari beberapa benda berharganya ada di sana sepe

