Gama berjalan agak canggung di samping Yunus. Kedua cowok keren itu sedang berdiri di depan sebuah rumah sakit swasta yang sangat besar dan mewah. Kalau tidak ada tulisan "Rumah Sakit" di depan pintu gerbangnya Gama pasti sudah menyangka bahwa tempat ini adalah hotel atau apartemen. "Ayo masuk," kata Yunus. Gama menganggukan kepalanya kemudian mengikuti kakak kelasnya itu masuk ke dalam rumah sakit itu. Gama lebih mengagumi tempat itu lagi saat dia masuk ke dalam dan melihat ornamen-ornamen yang ada di dalamnya. Sudah pasti plang di depan tadi itu salah. Ini hotel, bukan rumah sakit. "Ini hotel ya, Kak?" kata Gama tak percaya. Yunus tertawa mendengar kata-kata Gama itu. "Dulu, ini hanya klinik kecil, tapi akhir-akhir ini dibangun dan sekarang jadi kayak gini, semua ini milik orang tua

