Senandung lagu yang terputar dari musik laptopku membuatku ikut bergumam mengikuti alunannya,sesekali mengetik saat mendapatkan ide yang sepadan. Saat ini aku sudah mengendingkan cerita Xesa setelah hampir 7 bulan lamanya mengambang dan membuat Mba Jena kesal bukan kepalang. “Ini minumannya Mba Anin,” “Terimakasih Lia,” balasku tak kalah ramah membuat perempuan berumur 21 tahun itu tertawa pelan. “Jujur Mba,aku agak risih dengan keberadaan dengan mereka.” Aku menatap kearah yang Lia maksud,itu adalah pengawal yang Ayah Dito berikan juga katanya perintah kakekku. Entahlah,aku tidak terlalu paham bagaimana system yang mereka berlakukan yang terpenting adalah mereka tidak menganggu ketenanganku saja. “Mba tau engga,kalau faktanya Mba adalah pewaris utama Andjaya itu berarti Mba pemilik s

