“Hai Ra!” balas Kamila. “Kok, bisa ada di sini?” tanya Raditya. “Habis daftar sekolah di seberang,” jawab Kamila. “Buat anak cantik ini, ya?” Raditya mengalihkan pandangannya pada Naura. Dia mencoba mengakrabkan diri dengannya. “Halo? Apa kabar?” Naura tidak menjawab, malah terus menatap Raditya yang berdiri di samping meja mereka. “Na! Kalau ditanya seseorang harus apa?” Kamila mengingatkan. “Harus jawab.” Naura menyahut. “Kok, omnya nanya nggak dijawab?” “Kata mama ‘kan kalau sama orang nggak kenal, nggak boleh ngomong apa-apa. Aku ‘kan nggak kenal sama omnya ini.” Naura berkata polos apa adanya. Kamila terhenyak. Nasihatnya kenapa jadi senjata makan tuan kali ini. “Oke, kita kenalan. Aku Raditya. Teman sekolah mamamu dulu.” Naura memandang Kamila, meminta persetujuan. Set

