BAB 43 : Amukan yang Tertahan

1068 Kata

Rhaella memejamkan matanya sejenak, mengecap rasa dari anggur yang baru saja dia tenggak. Anggur itu terasa pahit sekaligus panas, membakar kerongkongan Rhaella sampai membuat wanita itu batuk beberapa kali. “Rhaella, apa kamu tidak apa-apa?” Suara Yeva yang terdengar khawatir membuat Rhaella membuka mata. Meski Yeva menunjukkan raut wajah khawatir, kedua manik Yeva memancarkan kesenangan saat melihat Rhaella menenggak anggur tersebut. Semakin lama Rhaella melihat Yeva, semakin banyak kebencian dan kemarahan yang berkumpul di dalam hatinya, terus menumpuk hingga menjadi bukit, dan bisa meledak seperti bom apabila dipicu. Ah, Rhaella akhirnya sadar bahwa anggur yang sudah dia minum tidak dicampur oleh racun, melainkan obat perusak hati. Obat itu akan memutus pengendalian diri seseoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN