BAB 22 : Batu Sihir

1531 Kata

Malam itu, Rhaella bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus merasakan dingin. Dia juga tak lagi mendapatkan mimpi buruk atau terbangun di tengah malam. Untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, Rhaella bisa bangun di pagi hari dengan suasana hati yang baik. Tepat setelah Rhaella membuka mata, dia segera menoleh ke samping dan mendapati Rullin yang tengah memejamkan matanya di atas kursi. Kedua tangan pria itu bersidekap di depan d**a, sementara kepalanya menunduk ke bawah, Rullin tampaknya tidak beranjak dari tempat duduk itu setelah melihat Rhaella tidur. Segala hal yang terjadi di malam sebelumnya terasa seperti mimpi bagi Rhaella. Jika saja kehangatan tidak mengalir di dalam tubuh Rhaella, mungkin wanita itu benar-benar akan berpikir bahwa kejadian kemarin hanyalah ilusi yang dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN