Rhaella mendongakkan kepalanya ke atas langit tatkala dia berdiri di taman bersama Rullin, merasakan kehangatan yang terpancar dari sinar matahari senja. Rhaella merasa, satu minggu tidak melangkah keluar dari ruangan sama saja seperti satu tahun lamanya. Wanita itu lantas menghirup udara di sekitarnya dalam-dalam, sehingga mampu mencium aroma musim gugur yang menenangkan sekaligus menyegarkan. “Bagaimana pemandangannya?” Rullin perlahan menuntun Rhaella untuk berjalan-jalan di sekitar taman Istana Barat. “Indah, daun-daun di ranting mulai memerah dan beberapa daun sudah mulai berguguran.” “Seandainya bisa kulihat langsung,” sesal Rhaella. Rullin mengambil sebuah daun kering yang jatuh, kemudian meletakkannya di atas telapak tangan Rhaella. “Kamu bisa menyentuh daunnya.” Rhaella mera

