“Duduklah terlebih dahulu sehingga kita bisa membicarakan situasi di sini dengan tenang,” pinta Rhaella seraya menunjuk kursi di hadapannya. Di bawah tatapan Rullin memaksa mereka untuk tenang, Nikolai akhirnya menuruti permintaan Rhaella untuk duduk. Begitupun dengan Sonya yang kini tidak berani menatap mata Rhaella secara langsung. Ketika mereka berempat sudah duduk, Rhaella menyunggingkan senyum manisnya dan menuangkan teh hangat untuk mereka. “Tuan Petrov, Nona Forger, sekali lagi aku minta maaf karena sempat bertindak kasar kepada kalian.” Baik Nikolai atau Sonya tidak membalas ucapan Rhaella, mungkin masih belum percaya sepenuhnya terhadap kata-kata manis yang dilontarkan oleh wanita itu. Rullin yang tidak mau suasana di antara mereka semakin buruk akhirnya memutuskan untuk mempe

