Di pertengahan malam, Rhaella terbangun di dalam pelukan Rullin. Seluruh tubuhnya telah dibersihkan oleh Rullin sebelum ini, sehingga Rhaella tidak harus bangun dalam keadaan lengket. Dua lapis selimut tebal membungkus tubuh mereka yang masih belum berbusana, hujan deras masih turun di luar penginapan, terdengar tidak akan segera reda sampai menjelang pagi. Biasanya, Rhaella selalu terbangun dengan keadaan menggigil di kala hujan datang. Tapi kini dia dilingkupi oleh kehangatan yang tak terbatas. Walau Rullin masih mengumpulkan energi sihirnya sedikit demi sedikit, pria itu tetap mampu mengeluarkan sedikit sihirnya untuk menghangatkan tubuh Rhaella, seolah dia adalah sebuah tungku api yang tidak akan pernah padam. Wanita itu tersenyum, merasa sangat senang karena akhirnya mampu mendapat

